Ti'i Langga, Topi Unik dari Pulau Rote | promoNTT.com

Ti’i Langga, Topi Unik dari Pulau Rote

Selain beragamnya suku dan budaya, di wilayah provinsi Nusa Tenggara Timur juga memiliki ragam busana adat dengan ciri khas yang berbeda-beda. Kita dapat menentukan dari daerah mana asal busana adat tersebut karena memiliki kekhasan dari masing-masing daerah tersebut.

Busana adat setiap daerah selalu dipadukan dengan pernak pernik yang menarik. Pernak-pernik yang dipakai bersama busana adat tersebut juga mengandung makna tersendiri menurut masyarakat setempat.

Salah satu yang menarik adalah yang berasal dari Kabupaten Rote Ndao yaitu Ti’i Langga. Ti’i Langga adalah topi dengan bentuk unik yang terbuat dari anyaman daun lontar. Dimana pohon lontar sendiri banyak dijumpai di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Ciri khas topi ini adalah adanya semacam cula yang aneh mirip unikorn setinggi 40 hingga 60 cm atau hiasan jambul di bagian depan. Cula/jambul tersebut sering disebut dengan istilah ‘antena’ yang mempunyai sembilan tingkat.

Awal mulanya Ti’Langga hanya digunakan oleh para petinggi yang ada di Pulau Rote. Namun sekarang Ti’i Langga sudah menjadi pelengkap untuk pakaian tradisonal laki-laki di Rote dan sering dipakai masyarakat untuk acara adat.

Yang unik dari Ti’i Langga ini adalah bagian antena yang meruncing pada topi tersebut. Semakin lama tidak akan tegak, tetapi cenderung miring dan sulit untuk ditegakan kembali. Konon hal tersebut melambangkan sifat asli orang Rote yang cenderung keras. Sedangkan Ti’i Langga secara keseluruhan melambangkan jiwa kepemimpinan, kewibawaan dan percaya diri.

Saat ini Ti’i Langga sudah dikenal luas. bahkan sering dijadikan cinderamata bagi wisatawan yang berkunjung ke Nusa Tenggara Timur. Karena selain digunakan sebagai topi, Ti’i Langga juga bisa dipakai untuk hiasan di dinding rumah.

Tinggalkan Balasan

Next Post

Pemkab Rote Ndao Gelar Festival Mulut Seribu

Kam Okt 17 , 2019
Untuk pertama kali Pemerintah Kabupaten Rote Ndao mengadakan kegiatan pariwisata Festival Mulut Seribu. Perhelatan akbar ini akan dilangsungkan di Kawasan Perairan Mulut Seribu, Kabupaten Rote Ndao dan direncanakan akan berlangsung di pekan ketiga, 24-26 Oktober 2019. Sejumlah persiapan dilakukan oleh pemkab Rote Ndao. Bupati Rote Ndao Paulina Haning Bullu didampingi […]

Baca Juga:

Pos-pos Terbaru

DAPATKAN BERITA TERBARU

KLIK DISINI
X Get Bar
} catch (err) { } }