Terungkap, Kronologis Perjalanan Mahasiswa Timor Leste Yang Positif Corona

SETELAH berhasil mengungkap dua orang pengemudi rental mobil yang sempat mengantar sejumlah warga Timor Leste terpapar Covid-19 beberapa waktu lalu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di NTT, melalui juru bicaranya Jelamu Ardu Marius, akhirnya mengungkap kronologis perjalanan mereka dari Kupang menuju Motaain.

Marius dalam keterangannya kepada wartawan, yang disiarkan langsung oleh televisi streaming PROMO NTT, mengatakan, rombongan warga Timor Leste berjumlah sembilan orang tersebut tiba di Bandar Udara El Tari Kupang pada Rabu (1/4/2020) dengan pesawat Citylink dan Lion Air pada pukul 11.00 WITA.

Sebelum beranjak ke Atambua, sopir bersama rombongan tersebut makan di sebuah rumah makan di Oesapa. Rombongan tiba di Desa Silawan pukul 18.10 dan menginap di rumah salah satu keluarga dari penumpang, sedangkan sopir tersebut mengaku langsung pulang ke Kupang.

Selanjutnya Marius menjelaskan, pada Kamis (2/4/2020) pukul 23.00 WITA, sopir yang sama kembali menjemput enam orang warga negara Timor Leste lainnya yang baru tiba dari Surabaya. Rombongan singgah untuk makan malam di samping Novanto Center Kota Kupang seelum melanjutkan perjalanan ke pintu perbatasan Motaain. Setelah tiba di tujuan pukul 8.00 WITA keesokan harinya, sopir langsung kembali ke Kupang dan dalam perjalanannya singgah di sebuah rumah makan di Atambua.

Jumat (3/4/2020), empat warga Timor Leste lainnya dijemput di Hotel Given Penfui pukul 16.30 WITA dengan tujuan Konsulat Timor Leste di Atambua. Dalam perjalanannya, sekitar pukul 23.00 WITA, mereka singgah di Rumah Makan Padang di salah satu daerah di Timor Tengah Utara.

“Sopir mengaku langsung kembali ke Kupang, tepatnya ke kediaman mertuanya di Oesapa dan tetap tinggal di sana hingga Sabtu (4/4/2020) karena tidak ada perjalanan keesokan harinya. Minggu (5/4/2020), sopir tersebut menjemput dua Warga Negara Timor Leste di agen Timor Travel dan satu orang lagi di Hotel Flamboyan. Rombongan juga menuju perbatasan di Motaain dan tiba di lokasi pukul 9.00 WITA. Sopir kembali ke Kupang dan tinggal di tempat yang sama di Oesapa,” jelas Marius.

Lebih lanjut Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT ini menjelaskan, Senin (6/4/2020), sopir kembali melakukan kontak dengan dua mahasiswa Timor Leste. Namun karena adanya kendala harga saat bernegosiasi tentang jasa transportnya, calon penumpang tersebut membatalkan dan memutuskan untuk menginap di Hotel Letadu Penfui.

Selasa (7/4/2020), ada empat warga Negara Timor Leste yang baru tiba dengan pesawat Citylink pukul 10.00 WITA, yang kemudian diantar oleh sopir tersebut ke Atambua. Dalam perjalanannya, dua orang tersebut sempat membeli air mineral di seputaran jalan Oesapa sekitar pukul 14.30 WITA. Setengah jam kemudian mereka melanjutkan perjalanan ke Konsulat Timor Leste di Atambua dan tiba di sana pukul 18.00 WITA.

“Kemudian, dalam kurun waktu 14 hari setelah kejadian tersebut, sopir tersebut mengaku tidak melakukan perjalanan lagi karena dianjurkan untuk melakukan karantina mandiri. Setelah melewati masa karantina dan pemantauan, ia juga melaksanakan rapid test di Laboratorium Dinas Kesehatan Provinsi NTT,” tandasnya. (MCS/HZN)

promoNTT.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Peduli Covid-19 di NTT, Bank NTT Serahkan Rp 540 Juta

Kam Apr 23 , 2020
PANDEMI Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Provinsi NTT ternyata menggugah hati […]
error

Bagikan ke Teman

RSS
Follow by Email
Twitter
Instagram
%d blogger menyukai ini: