loading...

Semakin Bagus, Disiplin ASN Lingkup Pemprov NTT

Kabid Disiplin BKD Provinsi NTT, Carolina Ondok sedang memaparkan materi tentang disiplin ASN di aula Badan Pengelola Perbatasan (BPP) Provinsi NTT, Kamis (23/07/2020). Ikuti Hadir Kepala BPP Provinsi NTT, Linus Lusi, S.Pd, M.Pd serta Kasubid Disiplin BKD NTT, Johan Olin. (Foto: Valeri Guru)

Siapa yang tidak ingin menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) ? Dengan sejumlah regulasi eksistensi ASN senantiasa mendapat prioritas lebih jika dibandingkan dengan profesi lain yang ada di republik ini.

Namun apakah keberadaan dan kinerja serta disiplin ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT telah menunjukkan hasil yang memuaskan ?

Apalagi di era kepemimpinan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dan Wagub Drs. Josef A. Nae Soi, MM; para ASN yang tidak disiplin mengenakan rompi orange di setiap apel kesadaran.
Peningkatan disiplin ASN di lingkup Pemprov NTT terlihat semakin bagus.

“Memang masih ada ASN yang belum bisa keluar dari pola-pola lama. Banyak alasan untuk urus pribadi dan keluarga. Padahal negara menggaji kita. Tetapi kita justru urusan keluarga lebih utama. Ini yang kami temui selama ini,” tandas Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi NTT melalui Kepala Bidang (Kabid) Disiplin BKD Provinsi NTT, Carolina Ondok saat memaparkan materi tentang disiplin ASN di aula Badan Pengelola Perbatasan (BPP) Provinsi NTT, Kamis (23/07/2020).

Ikut hadir Kepala BPP Provinsi NTT, Linus Lusi, S.Pd, M.Pd, Sekretaris BPP Provinsi NTT, Drs. Bertho Lalo, MM, Kabid Batas Daerah, Drs. Thomas Lelan dan pejabat pengawas serta para pelaksana di lingkungan BPP Provinsi NTT, juga Kasubid Disiplin BKD NTT, Johan Olin.

Menurut Ari Ondok, begitu biasa disapa, di dalam Peraturan Pemerintah (PP) 53 tahun 2010 tentang Penegakkan Disiplin, dua hal yang perlu diketahui bersama yakni kewajiban yang harus ditaati dan larangan yang harus dihindari.

“Hal ini perlu kita ketahui bersama,” ucap istri Asisten Administrasi Umum Sekda Provinsi NTT, Kosmas D. Lana, SH, M.Si.

Ari Ondok lebih lanjut mengutip pengertian disiplin menurut PP 53 tahun 2010.

“Disiplin adalah kesanggupan PNS untuk menaati kewajiban dan menghindari larangan yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan dan atau peraturan kedinasan yang apabila tidak ditaati atau dilanggar dijatuhi hukuman disiplin,” kata dia.

Penyebab pelanggaran disiplin sebut Ari Ondok antara lain faktor ekonomi, lingkungan, pengawasan melekat (waskat) yang tidak berjalan, sistem karier tidak jelas dan tidak mengetahui atau memahami peraturan.

“Selain itu, penegakkan disiplin tidak berjalan juga disebabkan adanya sistem kekerabatan, pejabatnya melakukan pelanggaran disiplin, perasaan tidak enak, perasaan takut dan tidak berani, serta tidak mengetahui tata cara melakukan penindakan,” jelasnya.

Di tempat yang sama Kepala BPP Provinsi NTT, Linus Lusi mengaku, kegiatan sosialisasi tentang disiplin ASN ini dimaksudkan agar prestasi dan kinerja yang telah ditunjukkan selama tahun 2019 dengan kategori A dapat dipertahankan dan bila perlu ditingkatkan.

“Dengan kegiatan ini sesungguhnya kita butuh energi baru untuk percepatan-percepatan di seluruh sektor pembangunan termasuk di wilayah perbatasan,” ucap Linus sembari menambahkan, “Jumlah ASN di BPP NTT sebanyak 48 orang.”

Sedangkan Kabid Batas Daerah, Thomas Lelan mengatakan, dalam menerapkan aturan disiplin bagi para ASN harus mempertimbangkan berbagai aspek.

“Kalau kita ikut lurus-lurus berbagai aturan yang ada pasti semua kena sanksi. Karena itu, kita perlu mempertimbangkan berbagai aspek serta kita harus gunakan hati,” ucap Thomas sembari menambahkan, “Jadi ASN sudah ada aturannya. Ikuti saja. Kalau ikuti aturan dengan baik dan benar maka kita akan selamat.”

Terkait berbagai usul, saran dan masukan untuk peningkatan kualitas disiplin para ASN, Ari Ondok menerima setiap usulan tersebut dan berjanji akan didesain dalam kegiatan-kegiatan untuk masa yang akan datang.

“Terima kasih untuk masukan yang sangat berharga dari rekan-rekan di BPP Provinsi NTT. Kita akan agendakan secara tetap di BKD untuk kegiatan sosialisasi tentang disiplin para ASN terutama yang bertugas di UPT-UPT,” kata Ari, sambil tersenyum. (*/Valeri Guru)

loading...

promoNTT.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Potensi Garam di NTT Mampu Turunkan Impor Garam Secara Signifikan

Sab Jul 25 , 2020
MENTERI Perdagangan (Mendag) Republik Indonesia, Agus Suparmanto memuji potensi garam yang ada […]
error

Bagikan ke Teman

RSS
Follow by Email
Twitter
Instagram
%d blogger menyukai ini: