NTT Jadi Destinasi Terbaik Dunia Yang Wajib Dikunjungi 2020

promoNTT.com–Lonely Planet, merilis Best Value Destinations to Visit in 2020. Perusahaan penyedia informasi seputar traveling menempatkan Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam posisi teratas dari 10 Destinasi Berharga Terbaik yang wajib dikunjungi pada 2020.

Ada beberapa kategori pada daftar itu, salah satunya objek wisata yang ramah di kantong. Pada daftar 10 objek wisata yang ramah di kantong dan wajib dikunjungi pada 2020 mendatang. NTT berada di peringkat pertama.

Indeks tersebut disusun berdasarkan pada sejumlah aspek. Seperti pengalaman dan petualangan terbaik berkelanjutan.

Menurut Lonely Planet, NTT yang belum seramai Bali menjadi alasan wajib untuk dikunjungi pada 2020. Di kepulauan NTT, menurut Lonely Planet, wisatawan jauh lebih tenang dalam menghabiskan liburan.

NTT menawarkan tenangnya suasana pantai yang masih alami. Selain itu, destinasi ini punya spot menyelam terbaik, yang terletak di Kepulauan Alor. Juga pemandangan alam yang tidak pernah bisa dilupakan.

“Kepualaun ini adalah rumah bagi pantai-pantai murni yang lebih tenang dari pada yang lain di bagian barat, dan salah satu pemandangan menyelam terbaik di Indonesia berada di Pulau Alor,” tulis Lonely Planet seperti dimuat pada halaman resminya, Selasa (17/12/2019).

Posisi NTT di peringkat pertama sebagai destinasi wisata nomor satu ramah di kantong yang wajib dikunjungi pada 2020 mendatang itu disusul Budapest di Hungaria pada posisi kedua.

Berikut 10 Destinasi Bernilai Terbaik Dikunjungi pada 2020 versi Lonely Planet:

  1. NTT, Indonesia
  2. Budapest, Hungaria
  3. Madya Pradesh, India
  4. Buffalo, New York, Amerika Serikat
  5. Azerbaijan
  6. Serbia
  7. Tunisia
  8. Cape Winelands, Afrika Selatan
  9. Athena, Yunani
  10. Zanzibar, Tanzania

promoNTT.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Hadapi Dampak Corona: Presiden Jokowi Terbitkan Perppu Anggaran

Rab Apr 1 , 2020
Menghadapi dampak wabah virus corona, presiden Joko Widodo menerbitkan peraturan pemerintah pengganti […]
error

Bagikan ke Teman

RSS
Follow by Email
Twitter
Instagram
%d blogger menyukai ini: