Foto Flickr Dapat Dipakai Menghitung Arus Wisatawan | promoNTT.com

Foto Flickr Dapat Dipakai Menghitung Arus Wisatawan

Mengabadikan liburan musim panas mungkin tidak hanya menawarkan kenangan indah. Tetapi juga bisa menginformasikan sesuatu dengan cepat dan murah tentang bagaimana seseorang bepergian di seluruh dunia. Demikian hasil penelitian yang dilakukan baru-baru ini, seperti yang dilansir dari situs techxplore.com.

Tim ilmuwan di Data Science Lab di Warwick Business School dan The Alan Turing Institute berhasil menganalisis data dari 69 juta foto yang dibagikan publik yang diunggah ke platform Flickr untuk memperkirakan statistik pariwisata global di negara-negara G7 seperti Kanada, Prancis, Jerman dan Italia.

Sementara bagi negara-negara yang mengandalkan survei di bandara dan akomodasi untuk menentukan dari mana pengunjung mereka berasal berpotensi memakan waktu. Temuan baru-baru ini mengatakan bahwa dari foto yang diunggah ke internet justru mendapatkan hasil yang lebih cepat dan murah sehingga bisa dijadikan ukuran yang sama dengan survei tersebut.

Tobias Preis salah satu tim peneliti mengatakan, timnya berhasil menganalisis data yang diambil dari 69 juta foto Flickr selama dua tahun untuk mengetahui dari mana pengunjung ke Inggris berasal. Timnya berhasil mengidentifikasi foto-foto yang diambil di Inggris, kemudian menentukan tempat di mana fotografer mengambil foto tersebut selama 12 bulan terakhir.

“Kami harus membuat asumsi yang disederhanakan tentang di mana orang berada dengan menggunakan foto, yang menerangkan bahwa mereka telah tinggal di negara yang sama sejak foto terakhir. Namun, bahkan dengan penyederhanaan ini, kami mendapatkan perkiraan jumlah pelancong dari berbagai negara yang dihasilkan dari data foto online berkorelasi dengan statistik pariwisata resmi. Hal yang sama berlaku untuk negara-negara G7 lainnya, ” kata Tobias Preis

Sedangkan negara-negara G7 saat ini menggunakan berbagai metode untuk menghitung jumlah wisatawan, termasuk mengumpulkan data di bandara, hotel dan akomodasi wisata lainnya. Namun, dengan menggunakan metode tersebut membutuhkan waktu dengan proses yang panjang hingga berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

Para peneliti mengingatkan, bagaimanapun pengumpulan data yang cukup sangat diperlukan sebelum hasil tersebut dapat digunakan dalam produksi statistik resmi.

Sementara itu, Suzy Moat yang juga anggota tim peneliti tersebut menambahkan bahwa Pembuat kebijakan memerlukan informasi yang cepat dan akurat untuk membuat keputusan yang baik, terutama di saat ingin melakukan perubahan besar.

Pendekatan tradisional untuk mengukur keadaan masyarakat kita bisa memakan waktu dan mahal sedangkan hal ini memungkinkan mendapatkan hasil yang cepat dengan Indikator berbiaya rendah yaitu dari data online dan hal ini sangat menarik.

“Namun dalam praktiknya, kerangka kerja yang kuat sangat diperlukan untuk memperoleh hasil dari metode ini. penggunaannya dapat menghadapi beberapa tantangan,” ujarnya.

Menurutnya, akses ke data online harus bisa diandalkan. Selain itu perkiraan tentang bagaimana menghitung dan berkomunikasi.

Penelitian yang memuat angka pariwisata global dengan jutaan foto online ini telah dibagikan ke publik.

Tinggalkan Balasan

Next Post

Inilah 5 Artis Dalam Balutan Tenun Ikat NTT

Ming Sep 22 , 2019
Tenun ikat NTT telah mendunia. Bahkan artis terkenal pun pernah berpose menggunakan tenun ikat NTT. Dari sekedar ingin berpose ada yang mengakui jatuh cinta terhadap tradisi menenun dari masyarakat setempat. Berikut adalah 5 artis yang pernah menggunakan tenun ikat NTT. Ayu Ting Ting Siapa yang tak kenal sosok artis cantik […]

Baca Juga:

Pos-pos Terbaru

DAPATKAN BERITA TERBARU

KLIK DISINI
X Get Bar
} catch (err) { } }