Capaian SAKIP Provinsi NTT Belum Maksimal, 7 OPD yang Belum Lapor Pembangunan Zona Integritas

KIAT dan strategi Pemerintah Provinsi NTT di bawah kepemimpinan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dan Wakil Gubernur, Drs. Josef A. Nae Soi, MM sangat kuat dalam membenahi administrasi dalam semangat reformasi birokrasi. Salah satu kiat jitu adalah dengan melaksanakan evaluasi secara terpadu dan berkesinambungan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) tahun 2020.

“Capaian kinerja kita belum maksimal. Padahal kita memiliki potensi yang dahsyat. Potensi itu belum dimaksimalkan termasuk di dalam mengevaluasi SAKIP. SAKIP NTT rendah. Karena itu, ketika mengikuti pertemuan nasional; kita duduk di belakang. Kita malu,” tutur Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi NTT, Bartol Badar, SH, MM di depan peserta rapat evaluasi di ruang rapat Asisten di gedung Sasando Kantor Gubernur NTT, Jumat (14/08/2020).

Karena itu, Bartol Badar yang terhitung 1 September 2020 mendatang akan purna tugas, meminta kepada para peserta rapat agar segera melaksanakan revisi perjanjian kinerja sesuai regulasi yang ada.
“Momentum evaluasi ini sangat penting. Apa yang kita rencanakan, yang kita kerjakan; itulah yang dievaluasi. Apanya yang susah ?” ucap Bartol, balik bertanya.

Dia menambahkan,”Target-target dan anggaran telah dibuat oleh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan Bapak Gubernur. Mari evaluasi perjanjian kinerja berdasarkan revisi kegiatan dan anggaran sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 4 tahun 2020.”
Dia mengajak seluruh pimpinan OPD lingkup Pemerintah Provinsi NTT untuk serius dalam mengevaluasi perjanjian kinerja.
“Karena Corona maka target-target yang besar sangat sulit dicapai. Silakan evaluasi di masing-masing OPD dan segera input data hasil evaluasi ke sistem yang telah tersedia di Biro Organisasi sehingga tim dari Kemenpan RB RI bisa mengetahui dan mengevaluasi SAKIP kita tahun 2020. Mari kita bantu kerja yang benar sehingga kita tidak malu,” pinta Bartol Badar, serius.

7 OPD Belum Lapor
Di tempat yang sama, Bartol Badar juga menyampaikan hingga kini masih ada tujuh (7) OPD yang belum melaksanakan pembangunan zona integritas. “Artinya, di lingkup OPD tersebut ada komitmen untuk bebas dari praktek korupsi, kolusi dan nepotisme atau KKN,” tegas Bartol seraya menambahkan, “tujuh OPD dimaksud antara lain Biro Umum Setda Provinsi NTT, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Perhubungan dan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT.”

Sementara itu Kepala Bagian (Kabag) Kinerja, Yos Meba yang didampingi Kasubag Pelaporan dan Evaluasi Biro Organisasi Setda Provinsi NTT, Kunibertus Gai menjelaskan, tahun 2019 Provinsi NTT memperoleh nilai 63,43 dengan kategori B untuk SAKIP Provinsi NTT. “Untuk itu, tahun 2020 ini kita semua berusaha agar nilai SAKIP kita harus lebih baik; minimal naik sampai 65,” ucap Yos Meba.

Menurut Yos Meba, perjanjian kinerja merupakan salah satu bagian dari siklus SAKIP. “Kinerja yang direncanakan, kinerja yang diperjanjikan, kinerja yang dilaksanakan, kinerja yang dilaporkan dan kinerja yang dievaluasi. Karena itu, sesuai regulasi ada cukup alasan untuk kita dapat melakukan revisi terhadap perjanjian kinerja antara lain : terjadi pergantian atau mutasi pejabat; perubahan dalam strategi yang mempengaruhi pencapaian tujuan dan sasaran serta perubahan prioritas atau asumsi yang berakibat secara signifikan dalam proses pencapaian tujuan dan sasaran,” jelasnya.

Terkait 7 OPD yang belum melaksanakan pembangunan zona integritas, Yos Meba berjanji dalam waktu dekat akan melakukan pendampingan. “7 OPD tersebut menjadi target kami untuk pendampingan ke depan. Kami akan mendampingi secara intens. Apalagi ke depan dengan tunjangan kinerja nilai SAKIP dan indeks reformasi birokrasi menjadi tolok ukur dalam mengimplementasikan tunjangan kinerja. Semoga ke depan kita semakin lebih baik,” pinta Yos Meba.

Ikut hadir sekretaris Dinas, Badan, Kasubag PDE dan Kasubag Tata Usaha Biro lingkup Pemerintah Provinsi NTT. (Valeri Guru/PNT)

loading...

promoNTT.com

Tinggalkan Balasan

Next Post

Gubernur NTT Sedih Dinas Kesehatan Raih Predikat Terkotor

Jum Agu 14 , 2020
GUBERNUR Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat mengungkapkan kesedihannya […]
error

Bagikan ke Teman

RSS
Follow by Email
Twitter
Instagram
%d blogger menyukai ini: